RPI memproduksi papan partikel dengan limbah kayu yang dikumpulkan dari pabrik kayu lokal. Berkurangnya luas hutan hujan tropis telah menjadi persoalan global. PT RPI telah memulai pembibitan yang akan digunakan untuk penghijauan. Bahkan nantinya akan dapat digunakan sebagai bahan mentah untuk produksi papan partikel di masa depan.

Sumber utama bahan mentah yang ditanam adalah Acacia dan Gmelina. Juga telah ditaman Eucalyptus sejak tahun 2007. Pohon-pohon ini tumbuh cepat dan dapat ditebang dalam kurun waktu 2-4 tahun. Kami berencana melanjutkan aktivitas pembibitan yang menguntungkan masyarakat yang tinggal di wilayah pertanian. Kami beri nama proyek ini “Tumpang Sari”. Pohon yang ditanam untuk chip pembuatan papan partikel, jadi tidak selalu harus lurus dan besar (diameternya sekitar 15-30 cm). Kami juga dapat menggunakan batang, tunggul, dan akar sebagai bahan mentah papan partikel

Sebagian besar dari serbuk kayu yang dikumpulkan dari proses produksi digunakan sebagai kompos. Bahan ini sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan kayu pohon. Kami berpendapat tindakan ini merupakan bagian dari agrikultur, sehingga kami namakan “Tumpang Sari”.

Pada bulan Mei 2002, PT. RPI meresmikan pusat pembibitan di Boja, 25 km dari pabrik dan mulai memproduksi bibit. Luas areanya 4.5 ha dan mampu memproduksi 2 juta bibit. Sejak bulan November 2002 telah mulai dilakukan penanaman di sekitar halaman, dipinggir jalan, dan lokasi perusahaan yang masih kosong. Dan kami telah mendapat kontrak dengan PERHUTANI untuk menanam 2,500 ha lahan selama 4 tahun mulai bulan November 2005 sampai sekarang kami telah menanam ± 8 juta bibit.

PT. RPI secara berkesinambungan melakukan penghijauan, sehingga jumlah bahan baku meningkat setiap tahun. Kebijakan ini juga dapat membantu penduduk lokal dari sisi ekonomi. PT. RPI sebagai perusahaan penanam modal asing ingin meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal dengan kebijakan ini.