Berkurangnya luas hutan hujan tropis telah menjadi persoalan global. Dengan komitmen yang kuat Managemen PT. RPI telah berupaya melakukan perlindungan lingkungan dengan menjaga kelestarian alam yang diimplementasikan ke dalam pendekatan CSR (Corporate Social Renponsibility) yang menitikberatkan pada kegiatan penghijauan dengan memberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan untuk dapat di tanam di lahan kosong yang belum dimanfaatkan, di sisi lain secara ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tepat pada bulan Mei 2002, PT. RPI meresmikan pusat pembibitan (Nursery centre) di Desa Meteseh, Kecamatan Boja yang berjarak ± 25 Km dari pabrik dengan memproduksi bibit Acacia mangium, Gmelina arborea dan Eucalyptus pellita. Luas areanya 4,5 ha dengan kapasitas produksi bibit 1.500.0000 bibit per tahun di tambah dengan jenis yang lain. Dipilihnya jenis – jenis tersebut karena kecepatan dan kemudahan tumbuh di wilayah Kendal dan sekitarnya termasuk di lahan yang marginal / tidak produktif dan termasuk dalam kategori Fast Growing Species (FGS) karena dapat di panen pada usia 4 – 5 tahun. Tanaman tersebut di tanam di pinggir jalan, halaman kantor, rumah, sekolah atau lahan milik perorangan atau instansi pemerintah maupun swasta.

Pada bulan November 2006 kami mendatangani kontrak kerjasama penanaman dengan PERHUTANI UNIT I Jawa Tengah, spesifik masuk dalam wilayah KPH Semarang dimana selama 4 tahun menanam kurang lebih 2,500 ha. Selain dengan instansi pemerintah kami juga melakukan kerjasama penanaman dengan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) di berbagai wilayah diantaranya Batang, Pekalongan dan Banjarnegara, bahkan dengan KTH “Giri Yuwono” Desa Duren Kecamatan Pagedongan Kabupaten Banjarnegara yang kami bina dapat mengantarkan menjadi Juara Terbaik I Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam rangka lomba Penghijauan dan Konservasi Alam Wana Lestari Tingkat Nasional Tahun 2012. Sampai dengan November 2017 kami telah mendistribusikan bibit lebih dari 12 juta bibit.

Ekspetasi dari kegiatan penanaman tersebut adalah tersuplainya kebutuhan akan bahan baku kayu untuk Partikel Board sehingga tercipta kesinambungan produksi. Kriteria pohon yang dapat dipakai sebagai bahan baku berdiameter 8 – 25 cm dengan bentuk batang tidak harus lurus dan besar.

Kami juga memanfaatkan limbah Wet Dust (Zero emission) dengan cara menimbun beberapa waktu sampai terdekomposisi secara sempurna sehingga dapat digunakan sebagai media tanam Gmelina arborea.