Home > Artikel > Mendikbud Serukan Penanaman Pohon Jadi Gerakan, Bukan Program

Mendikbud Serukan Penanaman Pohon Jadi Gerakan, Bukan Program

202594“Lingkungan hidup tanggung jawab kita semua. Semua harus kerjakan untuk semua,” kata Anies, Selasa (16/6), di Jakarta.

Saat itu, ia dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir, perwakilan Menteri Agama, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin, dan Kepala Badan Informasi Geospasial Priyadi Kardono menandatangani nota kesepahaman untuk penanaman pohon.

Ia mengatakan, keterlibatan banyak pihak harus dilakukan dalam penanganan isu lingkungan hidup. Karena itu, ia menekankan agar penanaman pohon menjadi gerakan nasional, tidak sekadar program.

Anies mengatakan, pendekatan “program” menekankan pada kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan masalah. Sementara pendekatan “gerakan” menekankan pada partisipasi masyarakat untuk diajak bersama-sama menyelesaikan masalah.

Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengerahkan anak didiknya untuk terlibat dalam gerakan ini. Menteri M Nasir juga mengajak perguruan tinggi untuk terlibat aktif.

Di antaranya, setiap siswa atau mahasiswa baru diwajibkan menanam 5 pohon di area sekolah atau kampus. Kalau membutuhkan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan 24 juta hektar daerah aliran sungai yang dalam kondisi kritis.

“Saatnya komitmen menjadi aksi,” kata Menteri Siti Nurbaya. Ia setuju gerakan ini diperluas dan diperkuat dengan pemonitoran.

Ia pun memuji aksi korporasi yang mau terlibat dalam gerakan penanaman pohon. Dicontohkan, kegiatan Mangrove for Nation yang diinisiasi Kompas-Pertamina di Bali dan Indramayu.

Ini pun disusul Astra yang berkomitmen menanam 100.000 bibit atau seluas sekitar 10.000 hektar hutan kota. Antam yang memperbaiki 5.000 hektar lahan kritis di DAS Kapuas.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho mengatakan, nota kesepahaman antarmenteri ini telah ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman teknis. Ia mencontohkan, mulai tahun ajaran baru 2015, peserta didik dan mahasiswa baru wajib menanam 5 pohon. Diperkirakan, ini akan memperbaiki 60.000 hektar lahan kritis di berbagai tempat di Indonesia.

Bersama Kementerian Agama, pihaknya mewajibkan setiap calon mempelai untuk menanam 5 pohon agar mendapatkan layanan ijab/surat nikah. Tiap tahun, terdapat 4 juta mempelai yang akan menikah dan terdata di Bimas Islam.

Hilman mengatakan, bibit pohon disediakan gratis oleh balai di jajarannya yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kalau kurang, saya mintakan pembibitan di Pertamina atau pihak lain yang juga menyediakan bibit,” ujarnya.

sumber: http://print.kompas.com/baca/2015/06/16/Mendikbud-Serukan-Penanaman-Pohon-Jadi-Gerakan%2c-Bu